Feb 27 2018

Musrenbang RPJMD Kabupaten Cilacap Tahun 2017-2022

CILACAP–  Demi mencapai visi dan misi pembangunan jangka menengah tahun 2017-2022, yakni “Cilacap semakin Sejahtera Secara Merata”. Bupati Tatto S. Pamuji membuka acara pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Cilacap tahun 2017-2022 Bertempat di Patra Graha Lomanis Cilacap (Selasa, 27/02/18). Musyawarah ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Cilacap, H. Tatto S Pamuji., Wakil Bupati Cilacap,Syamsul Aulia Rachman, Ketua DPRD Kab. Cilacap H. Taswan, utusan dari  Bappelda Provinsi Jawa Tengah, segenap jajaran forkompinda Kab Cilacap, Kepala SKPD Kab. Cilacap serta tamu undangan dari instansi vertical, Perbankan dan Perusahaan Swasta, ormas/ LSM dan tokoh masyarakat serta Kabupaten/ Kota tetangga.

Pelaksanaan musrenbang tersebut merupakan bagian dari proses penyempurnaan Rancangan RPJMD menjadi Rancangan Akhir RPJMD untuk selanjutnya dimuat dalam Rancangan Peraturan Daerah.

Sebagai informasi, dengan memperhatikan amanat UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Permendagri No. 86 Tahun 2017, bahwa paling lambat 6 (enam) bulan setelah pelantikan Bupati terpilih, Pemerintah Daerah harus sudah menetapkan RPJMD dalam bentuk Peraturan Daerah. Sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Cilacap telah melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serentak pada tanggal 15 Februari 2017 dan telah dilantik pada tanggal 19 Nopember 2017 oleh Gubernur Jawa Tengah atas nama Presiden Republik Indonesia, sehingga dengan demikian RPJMD Kabupaten Cilacap selambat-lambatnya ditetakan pada bulan Mei 2018.

Dalam Laporan penyelenggaraannya, Sekretaris Bappeda Kabupaten Cilacap Sumbowo mengatakan bahwa maksud diadakannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan RPJMD Kabupaten Cilacap Tahun 2017-2022, yaitu sebagai forum antar pelaku pembangunan/ pemangku kepentingan dalam rangka penyusunan RPJMD Kabupaten CIlacap tahun 2017-2022 dengan tujuan untuk melakukan penajaman, penyelarasan, dan sinkronisasi terhadap tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan dan program pembangunan yang telah dirumuskan dalam rancangan awal RPJMD, dan memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan pemerintah serta mengembangkan dan memperkuat proses partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Cilacap Tahun 2017-2022.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah dalam sambutan tertulis yang dibacakan. Bapak Muji Purnomo mengatakan bahwa RPJMD ini merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah jangka menengah, serta penjabaran visi, misi, dan program kepala daerah terpilih. “RPJMD memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program perangkat daerah disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif. RPJMD disusun dengan berpedoman pada RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Permasalahan dan isu strategis pembangunan yang masih penting untuk  menjadi perhatian bersama yaitu kemiskinan, daya saing ekonomi, kualitas dan daya saing sumber daya manusia, kedaulatan pangan, kesenjangan wilayah, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, tata kelola pemerintahan. Tantangan global diantaranya perlambatan ekonomi, harga komoditas dunia yang diproyeksikan meningkat namun stagnan, serta peningkatan resiko terhadap stabilitas keuangan global yang berdampak pada makro ekonomi nasional termasuk Jawa Tengah serta pengaruh Teknologi dan Informasi dalam kebudayaan masyarakat di  Indonesia.

Sementara itu, Bupati Cilacap dalam sambutannya, menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Cilacap, yang telah menjabarkan visi dan misi Kabupaten Cilacap secara makro kedalam sebuah Rancangan Awal RPJMD yang berisi sasaran, program prioritas, indikator kinerja dengan data yang terukur dan relevan dalam rangka pembangunan bersama. Guna melaksanakan visi pembangunan jangka menengah tahun 2017-2022, yakni “Cilacap semakin Sejahtera Secara Merata”.

Bupati juga meminta kepada para Kepala OPD dalam merumuskan target kinerja selama 5 (lima) tahun kedepan (2017-2022), baik target kinerja utama (seperti pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, inflasi, indek pembangunan manusia dan lain-lain) maupun target kinerja program dari masing-masing SKPD, agar disusun secara rasional dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya, sehingga RPJMD 2017-2022 akan menjadi dokumen perencanaan yang efisien dan efektif untuk mencapai visi, misi dan program kerja Bupati dan Wakil Bupati. Namun demikian diingatkan juga agar dalam menentukan target kedepan tidak terlalu pesimis atau memasang target aman, yang dapat menghambat pencapian tujuan pembangunan secara umum” ujar Bupati.

Dengan demikian, menurut Bupati, mengingat pentingnya kegiatan ini sebagai forum musyawarah antara para pemangku kepentingan, guna membahas dan menyepakati rancangan RPJMD sebagai salah satu tahapan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan yang menjadi acuan dari arah pembangunan Kabupaten Cilacap untuk periode 5 (lima) tahun kedepan. Maka pada kesempatan ini dirinya mengharapkan segala masukan positif dan konstruktif, sekaligus komitmen dari segenap hadirin pemangku kepentingan, sebagai bahan dari penyempurnaan rancangan RPJMD, menjadi rancangan akhir RPJMD.

Setelah sambutan dilanjutkan dengan paparan-paparan yang disampaikan oleh: Kepala Plt. Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf, Kepala DLH Adjar Mugiono dan Kepala BPKAD Subiharto.

Dalam paparan Rancangan RPJMD Kabupaten Cilacap Tahun 2017 – 2022, Plt. Sekda menyampaikan permasalahan pembangunan yang dibagi dalam 5 bidang yaitu: Bidang Pemerintahan, Bidang Kesra, Bidang Ekonomi dan Bidang Infrastruktur.

Selanjutnya disampaikan tentang pembangunan berkelanjutan dalam paparan tentang Progress Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD Kabupaten Cilacap Tahun 2017 – 2022 oleh Kepala DInas Lo]ingkungan Hidup (DLH).

Setelah paparan-paparan dilakukan diskusi dan tanya jawab serta pembacaan kesimpulan/ stressing hasil musrenbang RKPD 2017-2022 yang meliputi 9 kesimpulan yaitu:

  1. RPJMD kabupaten cilacap Tahun 2017-2022 sebagai pedoman bagi seluruh stakeholder dalam mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten cilacap sesuai dengan visi, misi, dan program pembangunan daerah.
  2. Visi RPJMD Kabupaten Cilacap Tahun 2017 – 2022 adalah Cilacap Semakin Sejahtera Secara Merata “ BANGGA MBANGUN DESA” yang dijabarkan dalam 5 (Lima) Misi, 6 (Enam) Tujuan dan 17 (Tujuh Belas) sasaran pembangunan.
  3. Kebijakan Bupati dalam RPJMD selama 5 tahun, harus dilaksanakan oleh OPD terutama untuk menjawab Indikator Kinerja Utama (Indikator Bupati) sebanyak 46 Indikator Sasaran.
  4. Prioritas pembangunan per tahun harus dicermati oleh OPD, sehingga dalam melaksanakan kegiatan OPD harus melihat prioritas pembangunan per tahun dan mendukung Kebijakan Bangga Mbangun Desa dengan 4 pilar ( Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan dan lingkungan Sosial Budaya).
  5. Tiap OPD dalam merencanakan anggaran kegiatan agar tuntas dan mengutamakan kebermanfaatan ( “jangan diencret-encret”) supaya hasilnya berkualitas.
  6. Dalam mewujudkan Good Government, salah satunya dilaksanakan e-planing yang terintegrasi dengan e- budgeting.
  7. Capaian kinerja OPD yang belum tercapai di Tahun 2017 supaya ditingkatkan dan agar diberikan penjelasan mengenai mengapa belum tercapainya kinerja tersebut.
  8. Proyeksi Pendapatan Daerah kabupaten Cilacap tahun 2017 – 2022 memiliki rata- rata pertumbuhan per tahun 3,35 %, sedangkan Proyeksi Pendapatan daerah adalah 3,401 Trilyun.
  9. Dalam rangka meningkatkan Pendapatan daerah harus dilakukan upaya – upaya diantaranya Intensifikasi dan ekstensifikasi serta terobosan-terobosan baru.

Diakhir acara dilakukan penandatanganan Berita Acara Musrenbang RPJMD Kabupaten Cilacap tahun 2017-2022 oleh perwakilan peserta baik dari OPD, LSM dan Ormas.

materi lengkap silakan download di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.